<body>
Menggapai cinta dan syurga-Nya
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Thursday, November 16, 2006
11:29 AM

"Kalau masuk itu mbok ya salam dulu tho, De". Sebaris kalimat muncul di layar YM ku. Dari seorang teman di HK.
"Ho2, sorry ... kirain Mbak ga ada di tempat, jadi aku buzz aja. Biar kedengeran." Kataku menjelaskan. Karena aku tahu kebiasaan temanku, menghidupkan YM lalu meninggalkannya begitu saja.
"Yang penting salam. Masalah ada ga ada orang itu urusan nanti."
"Iya, iya Mbak.... sorry." Sekali lagi aku minta maaf padanya.
Di depan kom, aku tersenyum hambar. Bukankah selama ini aku yang selalu menegur siapa saja yang masuk ke YM ku tanpa mengucapkan salam. Tapi mengapa kali ini malah aku yang melakukannya. Ah.. ternyata menasehati orang, itu sangat mudah. Ternyata mengoreksi kesalahan orang lain, itu lebih mudah dari pada mengoreksi kesalahan diri sendiri.
Salam adl doa. Doa yang di ucapkan untuk saudara seakidah."Semoga Allah memberi keselamatan padamu."
Meskipun memberi salam itu sunnah, tetapi Allah lebih mencintai orang yang memberi salam terlebih dahulu. Tentu kita mengharapkan cinta Allah bukan ? Aku yakin semua hamba-Nya berlomba - lomba mendapatkan cinta-Nya.
Dalam agama islam, selain sebagai doa, salam juga merupakan sedekah. Dan menjawab salam adalah wajib hukumnya. Lalu bagaimana dg salam yg di ucapkan secara singkat. Kadang salam yang aku ucapkan hanya di balas dengan tulisan www. Mendapat jawaban seperti itu rasanya sedih banget, aku merasa di acuhkan. Entah apa maksudnya, mungkin si penjawab terlalu sering malang melintang di dunia maya, hingga salampun jawabannnya www.
Kalaupun www itu singkatan dari Waalaikum salam wr.wb. mengapa tidak di sempurnakan tulisan itu. Sesibuk apapun dia, aku yakin tdk memerlukan waktu 1 mnt utk merubah 3 huruf itu menjadi salam yg lengkap. Menjadi kata yang lebih bermakna.
Pernah sahabat Rasulullah, Umar bin Khattab, mengadukan Ali bin Abi Thalib kpd Rasulullah.
"Ya Rasulullah, Ali bin Abi Thalib tidak pernah memulai mengucapkan salam kepadaku".
Rasulullah kemudian menanyakan hal itu kpd Ali bin Abi Thalib. Ali bin Abi Thalib membenarkan pengaduan Umar bin Khattab. "Ya Rasulullah, itu kulakukan karena aku ingin supaya umar bisa mendapatkan istana di Syurga! seperti yg di sabdakan olehmu, Ya Rasulullah.
Bahwa siapa yang mendahului saudaranya mengucapkan salam, Allah akan mendirikan baginya istana di Syurga."
Rasulullah juga pernah bersabda : Tidaklah kalian masuk Syurga hingga kalian beriman. Dan tidaklah kalian beriman hingga saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukan satu amalan yang jika kalian kerjakan niscaya kalian akan saling mencintai ? Tebarkan salam di antara kalian (HR. Muslim)
Subhanallah.... Bayangkan, dengan memberi salam, kita bisa mengikat hati satu sama lain, bisa saling mencintai. Dan yang terlebih lagi, bisa mendapatkan cinta Allah serta mempunyai istana di Syurga. Kenapa kita tidak bersegera menebar salam ?

posted by Asmaul_Azizah at 11:29 AM | Permalink | 5 commenti
Pagari Hidup Dengan Muhasabah
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Wednesday, November 15, 2006
9:30 AM

Muhasabah berarti evaluasi diri, bercermin pada kejujuran nurani, untuk mengukur dan menakar diri. Tanpa menutupi kesalahan" yg telah kita perbuat dan membesar"kan kebaikkan yang telah kita lakukan.
Orang yang hidupnya akrab dg muhasabah, menjadikan hatinya senantiasa hidup dan terjaga, tidak mati dan lalai. Ia selalu menghitung" prestasinya di hari ini dengan kemampuan di hari kemarin. Meningkatkah ? Sama ? atau malah berkurang ?
Beruntunglah org yg hari ini lebih baik daro pada hari kemarin. Merugilah org yg hari ini sama dengan hari kemarin. Dan celakalah org yg hari ini lebih buruk dari hari kemarin.
Umar bin Khattab adalah di antara sahabat Rasul yang selalu menghisab dirinya. Sebagai apapun, termasuk seorang Khalifah (pemimpin umat islam). Beliau ra pernah mengatakan "Hisablah (evaluasilah) diri kalian sebelum kalian semua di hisab (di evaluasi) dan timbanglah diri kalian sebelum kalian di timbang. Maka sesungguhnya hisap yg kalian lakukan sekarang ini dapat meringankan hisap pada hari nanti. Berhiaslah kalian untuk sebuah hari di mana sesuatunya akan di tampakkkan".
Allah berfirman : Pada hari itu kamu di hadapkan (kepada Rabbmu), tidak sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah). (QS.Al-Haqqah :18)
Semoga kita termasuk orang" yang membiasakan diri bermuhasabah, sehingga kita akan senantiasa menyadari kekurangan dan kelemahan diri sebagai hamba Allah. Dengan demikian kita akan terus berusaha memperbaiki diri dari kesalahan" yang telah kita perbuat. Amiiin.

posted by Asmaul_Azizah at 9:30 AM | Permalink | 0 commenti
Mengingat kematian
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Friday, November 10, 2006
4:12 PM

Bagi makhluk hidup kematian adalah keniscayaan. Jika tiba saatnya, dia akan mendatangi kita dan kita tak akan pernah bisa lari darinya, karena di bumi ini tak ada sejengkal tanahpun yang bisa menyembunyikan kita dari kamatian.
Allah SWT berfirman , "Katakanlah : sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan di kembalikan kepada (Allah) yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu di berikan kepadamu apa yang telah kamu lakukan (QS. Al-Jumuah :8)

Kematian bukanlah akhir dari kehidupan. Tapi merupakan awal dari sebuah babak kehidupan baru. Kematian ibarat statiun atau terminal, tempat kita berhenti sejenak, sementara kendaraan lain telah menunggu dan segera mengantarkan kita menuju tempat lain. Alam keabadian.

Meski kematian adalah suatu kepastian. Satu peristiwa yang tak satu kehidupanpun dapat lolos darinya dan kita semua tahu tentang hal itu. Tapi pernahkah kita mengingat kematian ?
Coba tanyakan pada sendiri. Berapa kali sehari kematian melintas dalam benak kita ? sekali, dua kali atau mungkin tak pernah sama sekali. Kita terlalu sibuk dengan urusan dunia, terlalu silau dengan kemilaunya serta ingin memilikinya, hingga tak ada waktu untuk memikirkan kematian. Dan pada akhirnya urusan kematian kita letakkan pada urutan sepatu atau urutan paling belakang. Naudzu billah min dzalik.

Rasulullah mengajarkan pada kita agar mencintai kematian sama halnya dengan memperjuagkan kehidupan. Sahabat Anas ra mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah bersabda, "Banyak - banyaklah mengingat mati, karena dengannya akan terkikis dosa - dosa dan terhapus ambisi pada dunia."
Banyak keistimewaan yang bisa kita dapat dengan mengingat kematian. Aisyah ra pernah mengatakan bahwa pada suatu ketika salah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah saw, "Ya Rasulullah, apakah ada orang yang kelak di bangkitkan bersama dengan para syuhada?" Kemudian Rasulullah menjawab, "Ada, ia adalah orang yang mengingat mati dua puluh kali sehari."

kita bisa mencontoh kehidupan generasi pendahulu kita, generasi Rasulullah saw dan sesudahnya. Betapa mereka selalu mengingat kematian dalam tiap langkah mereka. Di riwayatkan dari Abdurrahman bin Malik bin Mukhhawwal, beliau berkata, "Usaid adh - Dhabbi menangis sehingga beliau buta. Jika beliau di cela kaena tangisannya, beliau berkata : Sekarang ini aku tak merasa tenang, dan bagaimana aku bisa tenang sedangkan esok hari aku akan mati. Demi Allah aku akan menangis, lalu menangis dan menangis. Jika dalam tangisan itu aku menemukan sebuah kebaikan, maka itu adalah karunia yang di limpahkan kepadaku. Dan jika hal lain yang aku temukan, maka tidak ada apa - apanya jika di bandingkan dengan sesuatu yang akan di lemparkan kepadaku esok hari."

Jika kita sadar, kematian adalah sesuatu yang pasti, sesuatu yang tidak dapat di tawar. Maka tidak ada yang patut kita lakukan selain mempersiapkan diri menyambutnya. Jadikanlah kehidupan kita di dunia ini sebagai ladang untuk menanam kebaikan. Tempat menabung pahala, karena kelak di kehidupan yang kekal, kehidupan akhirat, tak ada kesempatan bagi kita untuk menanam. Di sana adalah tempat untuk memetik dan menuai. Dan tentu saja apa yang kita petik adalah apa yang telah kita tanam di dunia ini.

posted by Asmaul_Azizah at 4:12 PM | Permalink | 1 commenti
.::Muslimah Nyebelin::.
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Tuesday, November 07, 2006
11:07 AM

Photobucket - Video and Image Hosting

Duh..... emangnya ada muslimah nyebelin, yang bener aja. Bukankah muslimah itu sosok yang baik, sosok yang membawa kesejukan dan kedamaian, bukannya malah nyebelin.
Sebelumnya aku berpikiran seperti itu, tapi setelah baca bukunya Mbak Asma Nadia yang berjudul Jangan Jadi Muslimah Nyebelin. Aku langsung ambil kaca pembesar, teropong sana teropong sini (meneropong diri sendiri) duh.... rasanya tertohok banget dech. Jangan - jangan selama ini aku adalah salah satu dari muslimah nyebelin itu. hiks hiks hiks
Emang bener kata pepatah : Semut di seberang lautan tampak, gajah di depan mata tidak tampak. Mungkin inilah yang kita alami selama ini. Karakter manusia emang cenderung mudah menangkap, melihat dan memerhatikan apa yang di luar, ketimbang yang ada pada diri sendiri.
Kali ini aku posting potret para muslimah. Kalo ada salah satu muslimah dari potret ini yang telah membuat temen" blogger ga suka, membuat lingkungan blogger tidak nyaman, atau temen" nganggap kita sangat nyebelin tolong kasih tau ya. Kita terbuka kok ama kritikan dan insya Allah akan memperbaiki diri.
Ingat ya.... semua harus jujur, sebab selama ini kejujuran sering di kalahkan oleh BASA - BASI.

Photobucket - Video and Image HostingPhotobucket - Video and Image Hosting

posted by Asmaul_Azizah at 11:07 AM | Permalink | 6 commenti
Bangkit dari keterpurukan. Why Not....!!!
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Sunday, November 05, 2006
10:15 AM

Masalah.... !! Siapa sich yg tak punya masalah. Orang pinggiran, orang gedungan, orang dewasa sampai balita. Semua pasti pernah merasakan punya masalah. Jika kita mempunyai masalah dan hal itu membuat kita terpuruk, jangan pernah bersedih apalagi putus asa.
Ingat sobat.... Allah tak akan menguji seorang hamba di luar kemampuannya. Kalaupun cobaan itu datang terus menerus, silih berganti tanpa henti itu tandanya kita adalah hamba - hamba pilihan - Nya. Dan Insya Allah kelak Allah akan menempatkan kita di syurga - Nya.
Mungkin masalah yang kita hadapi sangat rumit, jangan khawatir pun jangan pernah risau, karena kita tak pernah sendiri, Allah bersama kita.
inget lagunya Bimbo : Aku jauh Engkau jauh, aku dekat Engkau dekat. Begitulah sesungguhnya Allah. Selangkah kita mendekati - Nya, maka seribu langkah Allah mendekati kita.
Pernah makan perkedel jagung ga ? Gimana rasanya, Enakkan ?
Perkedel jagung itu tersusun dari bahan - bahan yang tidak enak kalo di makan secara terpisah (Jagung, tepung,garam,gula). Coba kita makan tepungnya saja, pahitkan? atau makan garamnya saja, asin kan ? lalu makan jagungnya yg masih mentah itu, hambar kan? Tapi setelah bahan - bahan itu di jadikan satu dan di masak, maka rasanya akan menjadi lezat dan semua orang akan menyukainya.
Begitu pula dengan masalah - masalah yang kita hadapi. Mungkin terlihat tidak enak dan membuat kita sedih. Tapi yakinlah, bahwa Allah sekarang sedang memasak kita menjadi manusia - manusia hebat, hamba - hamba pilihan - Nya.
Jangan pula menganggap Allah telah berlaku tidak adil, karena yang kita terima lebih banyak tidak enaknya ketimbang enaknya. Allah selalu memberikan masalah" yg pahit, getir, hambar sedangkan masalah yg manis (seperti gula) sangat sedikit menghampiri kita.
Allah itu maha adil sobat.... Allah maha kuasa dan berkehendak. Dan Allah tau mana yang terbaik untuk kita.
Ayo sobat... Bangkit donk !!
Sampai kapan kita terpuruk dengan suatu masalah dan kesedihan. Sementara Allah telah berjanji : "Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu akan ada kemudahan." (Alamnasyrah:5-6)

posted by Asmaul_Azizah at 10:15 AM | Permalink | 0 commenti
Cara menolak lamaran kerjaan seseorang
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Thursday, November 02, 2006
9:53 AM

Cara menolak lamaran kerjaan seseorang (Javanesse Style)
Alkisah di sebuah perusahaan besar di kawasan Keprabon, tengah melakukan beberapa tes wawancara untuk "*tidak*" menerima calon karyawan baru, tentu saja salah satu prasyaratnya adalah harus berbahasa EJD (Ejaan Jawa yg nDaksempurna)..
Bagi yang tidak memahaminya nggih nyuwun sewu ...
Boso Jawi ...Meniko

G : Kowe nduwe omah opo ora.....? kamu sudah punya rumah atau belum?
A : dereng.... belum.....
G : Wah kowe ora iso ketompo nang kene. wah..kamu ndak bisa ketrima di sini
A: Lho kok ngaten........? lho kok begitu...???
G : Mengko kowe mesthi ngajukne utang nang perusahaan. Nanti kamu pasti ngajuin utang ke perusahaan...
A : Ah.. mboten kok, Sak janipun tiyang sepuh kulo niku sampun sugih. ah...ndak kok, sebenernya orang tua saya sudah kaya raya....
G : Yo malah ora ketompo .....ooo malah ndak ketrima...
A : Lho kok ngaten.....? lho kok begitu....?
G : Mengko kowe kerjo mung nggo hiburan, nongkrang nongkrong ae. Nantikamu kerja cuman buat hiburan, cuman nongkrang-nongkrong thok...
G : Kowe nduwe motor opo ora....? Kamu punya motor ndak...?
B: Mboten. ....tidak punya....
G : Ora ketompo ....Tidak diterima.....
B : Lho kok mboten ketompo ? ....lho kok ndak ketrima...???
G : Mengko kowe mesthi njaluk bantuan kredit. ...Nanti kamu pasti minta bantuan kredit...
B : Sak janipun gadhah, ning tasih ten kampung, gampil mangke kulo beto ngriki. ... Sebenernya punya, cuman masih di kampung, gampang nanti saya bawa ke sini...
G : Wah malah ra ketompo.... Wah....malah ndak diterima...
B : lho kok ngoten .........lho kok begitu..???
G : Tempat parkire wis ra cukup. Tempat parkirnya udah penuh.....
G : Kow?wis lulus sarjana tenan.....? Bener kamu udah lulus sarjana?
C : sampun pak.... Sudah, Pak....
G : Ora ketompo, ken?iki golek sing SMA a? luwih manutan lan ben mbayare murah gak diterima, di sini cari yang cuman lulusan SMA aja, lebih nurut dan biar bayarnya murah....
C : Sak janipun kulo tasih badhe skripsi sebenernya saya masih belum kelar skripsi...
G : Malah ora ketompo..... lebih ndak diterima...
C : Lho kados pundi to....? lha gimana sih......?
G : Mengko kow?kerjo mung ngetik skripsi, lek wis lulus mesti golek kerjo neng perusahaan liyo. Nanti kamu kerja cuman ngetik skripsi, dan nanti kalo udah lulus pasti nyari kerja di tempat laen.........
G : Kow?seneng guyon opo ora ? Kamu suka becanda nggak?
D : Mboten pak, kulo serius nek nyambut gaw? Tidak, Pak. Saya serius kalo kerja.
G: Ra ketompo..... Tidak diterima....
D : waa......kok ngoten? waa....kok gitu?
G : Engko konco koncomu lan anak buahmu podho stress. Nanti temen-temenmu dan anak buahmu pada stress..
D : Sak jan?nggih sekedhik sekedhik seneng guyon. Sebenernya ya, sedikit-sedikit suka becanda....
G: Malah ora ketompo. Malah ndak diterima....
D : Lho kok...... lho kok..??
G: Engko kow?mung email emailan sing lucu....... Nanti kamu cumane-mail-emailan yang lucu...
G : Kow?mau mrene?numpak opo ? Tadi dateng ke sini naek apa?
E : Nitih mobil ... Naik mobil...
G : Kow?ora ketompo Kamu ndak diterima...
E : Sebabipun ? sebabnya ?
G : Saiki BBM mundhak terus, mengko kow?njaluk mundhak bayaran terus. Sekarang BBM naik terus, nanti kamu minta naek gaji terus..
E : Wo, kulo wau namung mbonceng, kok .... Wo.. tadi saya cuman ngikut temen, kok...
G : Tambah ora ketompo makin ndak diterima...
E : Lho, lha kok ... ? Lho, lha kok...?
G : Mengko mung gawen?mbonceng mobil kantor. Ngrusuhi ! Nanti cuman bisanya ngikut mobil kantor.... Ngerepotin!
G : Anakmu akeh opo sithik ? Anakmu banyak apa sedikit?
F : Kathah pak. Banyak, Pak...
G : Kow?ora ketompo Kamu ndak diterima..
F : Sebabipun ? Sebabnya..?
G : Nyambut gawemu ora jenjem, mung mikir gawe uanaaaaaak terus Kamu kerja ndak konsen, cuman mikirin bikin anak meluluu.....
F : Lha wong namung anak adopsi, kok. Lha wong cuman anak adopsi, kok...
G : Tambah ora ketompo Makin ndak diterima....
F : Lho, lha kok ... ? Lho, lha kok...?
G : Gawe anak wae aras2en, opo maneh nyambut gawe? Bikin anak aja males,apalagi kerja.....
G : Kow?wis ngerti gaweyanmu durung ? Kamu dah tahu kerjaanmu belum?
H : Dereng Belum
G : Kow?ora ketompo Kamu ndak diterima
H : Sebabipun ? Sebabnya
G : Arep nyambut gaw?kok ora ngerti gaweyan?? Mau kerja kok ndak tahu kerjaannya...
H : Oo, nek damelan niku mpun ngertos kok Ooo...kalo kerjaan itu sudah tahu kok...
G : Tambah ora ketompo Makin ndak diterima...
H : Lho, lha kok ... ?
G : Kow?rak mung arep keminter, to ? Kamu kan cuman mau sok tahu..kan???
G : Kowe ngerti kahanan kantor ken?durung. Kamu tahu keadaan kantor ini belum?
K : Dereng Belum
G : Kow?ora ketompo. Gak diterima
K : Sebabipun ? Sebabnya..?
G : Arep nyambut gaw?kok ora ngerti kantor?? Mau kerja kok ndak tahu kantornya?
K : Wo, sekedhik2 mpun ngertos kok Wah... sedikit-sedikit sudah tahu kok.....
G : Tambah ora ketompo Makin ndak diterima
K : Lho, lha kok ... ? Lho...???
G : Kow?senengan?ngudhal-udhal wewadi kantor, to ? Kamu senengnya ngubek-ubek gosip kantor kan?
G : Kow?kerep loro ? Kamu sering sakit?
M : Mboten Tidak
G : Kow?ora ketompo. kamu ndak diterima
M : Sebabipun ? Sebabnya?
G : Mesthi kerep mbolos, wong arang2 gering. Pasti bakal sering bolos, lha wong jarang sakit...
M : Wah, sakjanipun nggih asring Ya..sebenernya ya sering...
G : Tambah ora ketompo Makin ndak diterima....
M : Lho, lha kok ... ? Lho..?
G : Kantor iki ora nompo karyawan pileren. di sini ndak mempekerjakan karyawan penyakitan....
G : Kow?biso main Internet ? Kamu bisa pake internet?
N : mBoten Ndak bisa
G : Kow?ora ketompo Kamu ndak diterima
N : Sebabipun ? Sebabnya
G : Perusahaan ora nompo BI (Buta Internet) Di sini ndak nerima orang BI
N : Wah, sakjanipun nggih saged Wah...sebenernya sih bisa..
G : Tambah ora ketompo Makin ndak diterima
N : Lho, lha kok ... ? Lho..?
G : Mesthi ora bakal nyambut gaw? kakehan dolanan Internet, to?Ngentek-enteki?pulsa ! Pasti bakalan ndak kerja, kebanyakan pake internet, kan? ngabisin pulsa!!!!
G : Kowe waras opo ora? Kamu waras apa tidak ?
O : Lha, kulo nggih waras to Pak. Lha, saya ya waras dong, Pak....
G : Ra ketompo....... Tidak diterima...
O : Kenging nopo .....? Kenapa?
G : Mengko kowe mesthi ora krasan neng kene. Nanti kamu pasti ndak krasan di sini....
O : Niku rumiyin Pak, sakmeniko sampun rodo edan. Itu dulu, Pak.... sekarang sih sudah rada gila...
G : Malah ra ketompo...... Makin ndak diterima...
O : Pripun to niki....? Wah..gimana sih?
G : Mengko aku duwe saingan.......... Nanti aku punya saingan.....

Selamat tinggal kebodohan dan pembodohan
(Nah skrg yang bodoh yang mana?).....:D ini cerita dapet dari milis, tp lupa milis apa, abis dah lama sich...

posted by Asmaul_Azizah at 9:53 AM | Permalink | 3 commenti
Tentang Ku
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Name : Asmaul Azizah, Status : still single^_^ P/D.O.B : Malang/** Dec 198*, Location Tuen Tak Garden, Tsuen Wan NT. HK.

(*** Sebagai seorang muslimah bagaimanapun rupa kita, kita akan menjadi cantik ketika mengawali hari dg optimis, dg kebersihan hati, dg tebaran kebaikan dan tentu sebuah senyuman***)

Ya Allah jadikanlah aku ridha dengan apa yg Engkau tetapkan dan jadikanlah barakah apa yg telah Engkau takdirkan. Sehingga tdk kepingin aku menyegerakan apa yg Engkau tunda dan menunda apa yg Eangkau segerakan

YM

.:: azizah_lengloi ::.

.::BAIT UNTUK MAHA.::

MAHA ... Kerlingku tak mampu runtuhkan bukit gersang itu.. Dalam kedahagaan jiwa.. Ku terseok meniti gurun terjal.. Sediakah kiranya oase menampakkan diri.. Hanya demi teukir senyumku..

MAHA ... Sekiranya awan melaluiku.. Dengan melukiskan tetes dingin.. Aku tak mengapa.. Meski bila sang bayu menderu.. Tentulah gigil raga mendera..

MAHA ... Dapatkah aku menyatakan diri Aku setia ! Aku patuh ! Aku meyakini ! Sedangkan lajuku takut-takut..

MAHA ... Dalam gelisah aku meratap.. Jadikan aku bidadari.. Dengan sayap putih.. Menebari sisi dengan aroma kesturi.. Sebagai pertanda jiwaku ada..

MAHA ... Garisi hidupku dengan untaian kalimat.. Yang meluluhkan ego biadap.. Dan hampari tapakku dengan sajadah.. Yang memantapkan pijakan..

MAHA ... Perkenankan ucapku.. Kabulkan harapku..
Photo Ku
Photobucket - Video and Image Hosting


ShoutBox
Name :
Web URL :
Message :
Link Ku

Image hosting by Photobucket